Apa saja tiket menuju surga?
Lima
Tiket Menuju Syurga . Segala kenikmatan di surga
tentu tidak gratis. Ibarat tempat wisata, untuk masuk ke dalamnya diperlukan
tiket. Siapa tidak mengantongi tiket harus rela mundur.Surga merupakan tempat di akhirat yang
dijanjikan Allah bagi orang-orang beriman.Kehidupan
surga penuh keselamatan, kebahagiaan, dan kemuliaan. Masyarakat dalam surga
mendapatkan kenikmatan yang tidak pernah mereka rasakan di dunia. “Para
penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah
tempat istirahatnya” (QS Al-Furqan: 24). Mereka memperoleh segala yang diinginkan (QS
Al-Furqan: 16). Tidak berduka, lelah, apalagi lesu (QS Fathir: 34-35). Setiap
hari selalu riang gembira (QS Yasin: 56-57). Karena dikelilingi anak-anak muda
yang siap melayani. Wajah mereka bagai mutiara tersimpan (QS At-Thur: 24). Juga
disediakan pendamping yang lebih sempurna dari pendamping mereka di dunia. Para
pria beristrikan bidadari-bidadari cantik dan bermata indah (QS At-Thur: 20).
Rumah tangga mereka selalu rukun dan memuji Allah sepanjang pagi dan petang.
Semua buah-buahan itu mudah dipetik (QS Al-Insan: 4).
Juga ada minuman jahe (QS Al-Insan: 17), aneka daging yang lezat (QS At-Thur:
22), minuman keras yang tidak memabukkan (QS As-Shaffat: 45-47), dan sungai
susu, madu, arak, serta bermacam buah-buahan lain (QS Muhammad: 15).
ilustrasi 5 tiket menuju syurga
Berikut lima Lima Tiket Menuju Syurga, yaitu: mencegah diri dari kemaksiatan, siap hidup sederhana, gemar mengerjakan
ketaatan kepada Allah, mencintai orang-orang saleh, memperbanyak doa kepada
Allah agar dapat menutup hidup dengan khusnul khatimah.
Pertama, mencegah diri dari kemaksiatan. Sepele,
tetapi dalam praktiknya sangat tidak mudah. Sering kita mampu melanggengkan
ibadah, tetapi gagal menanggalkan kemaksiatan. Boleh dikata, tidak bermaksiat
rasanya lebih berat ketimbang taat. Karena itu, Allah berfirman,“Dan menahan diri dari dorongan nafsu,
maka sungguh surga tempat tinggalnya” (QS An-Naziat: 40-41).
Kedua, siap hidup sederhana. Kelemahan utama manusia
adalah mudah tergiur oleh kesenangan sesaat dengan mengorbankan kebahagiaan
abadi. Melihat kekayaan Qarun, orang-orang yang gila harta berseru, “Amboi, andai kita memiliki seperti apa yang diberikan
kepada Qarun. Sungguh ia mempunyai keuntungan yang besar (QS
Al-Qashash: 79). Padahal Rasulullah berkisah, “Saya berdiri di pintu surga, sebagian besar yang
memasukinya adalah orang-orang miskin. Orang-orang kaya ditahan dulu” (HR
Bukhari dan Muslim).
Ketiga, gemar mengerjakan ketaatan kepada Allah. Umat
Islam adalah umat yang dididik untuk taat kepada aturan. “Sungguh Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang
dikehendaki-Nya” (QS Al-Maidah: 1). Islam disebut sebagai ‘din’, yang
artinya sistem ketundukan atau kepatuhan. Masyarakatnya disebut ‘madinah’,
artinya suatu tempat yang kehidupannya teratur, karena orang-orangnya tunduk
dan patuh kepada aturan. Mereka diganjar oleh Allah dengan surga. “Dan itulah surga yang diwariskan kepadamu, karena
amal yang dahulu kamu kerjakan” (QS Al-A’raf: 43).
Keempat, mencintai orang-orang saleh. Dunia ini hancur karena
adanya orang-orang jahat yang merasa berbuat baik. Hatinya bukan lagi nurani
tetapi sudah zulmani. Rugilah bergaul dengan orang-orang demikian. Orang-orang
saleh akan memberikan syafaat kepada kita. Tepatlah pesan Rasulullah, “Jangan kamu bersahabat, kecuali dengan orang Mukmin
dan jangan pula makan makananmu, kecuali orang yang bertakwa” (HR
Tirmidzi). Pentingnya bergaul dengan orang-orang saleh, kata Rasulullah, karena
setiap orang akan bersama dengan kekasihnya (HR Bukhari dan Muslim).
Kelima, memperbanyak doa kepada Allah agar dapat menutup hidup dengan
khusnul khatimah. Tiada daya tanpa
pertolongan Allah. Memperbanyak doa merupakan wujud pengakuan bahwa kita memang
hamba yang serba lemah. Sepanjang berkenan melangitkan doa, niscaya Allah akan
menjawabnya. “Aku mengabulkan permohonan orang yang
berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi segala
perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS
Al-Baqarah: 186).
Itulah Lima Tiket Menuju Syurga. Marilah
kita berusaha mengamalkanya supaya di akhirat kelak mendapat balasan berupa
syurga yang sungguh istemawa. Syurga Allah SWT dimana kita tak bisa
membayangkanya, adapun Al-Qur’an hanyalah memberikan gambaran saja. Semoga
dengan mengamalkan lima kebaikan diatas, kita dapat masuk syurga di akhirat
sana…Amiiiin